Ditjen Risbang Akan Terlibat Pada Penghargaan Bergengsi L’Oreal-UNESCO for Women in Science (FWIS)

Kerja sama antara institusi dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masing – masing institusi agar dapat mewujudkan keberhasilan dalam mencapai tujuan. Pada kamis (20/02/2018) PT. Loreal Indonesia dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) menghadiri undangan dari Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan dalam rapat pembahasan draft kerja sama PT. Loreal Indonesia dan KNIU dan Ditjen Risbang tentang Penyelenggaraan Program L’Oréal-UNESCO for Women in Science (FWIS).

PT. Loreal Indonesia dan KNIU selama lebih dari 10 tahun terus menyelenggarakan Program L’Oréal-UNESCO for Women in Science (FWIS). Program ini merupakan penghargaan tingkat nasional yang diberikan kepada ilmuan – ilmuan perempuan yang ahli dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada tahun 2018 ini adalah penghargaan yang ke-15 sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2004.

Ditiap tahunnya terdapat lebih kurang 50 perempuan peneliti muda yang berhasil terjaring dalam seleksi untuk menjadi kandidat yang akan memperoleh penghargaan tersebut. Namun dirasa perlu untuk meningkatkan jumlah kandidat – kandidat ilmuan perempuan yang diharapkan dapat menelurkan inovasi besar yang berguna bagi bangsa dan menginspirasi generasi muda, oleh karena itu, L’Oréal dan KNIU memulai penjajakan kerja sama dengan institusi yang beriklim riset, seperti Direktorat Jenderal Penguatan dan pengembangan.

Rapat yang dihadiri oleh Ketua Harian Nasional Indonesia UNESCO – Arief Rachman ini bertujuan untuk membuat draft awal perjanjian kerja sama antara 3 institusi.

“Kami memberikan apresiasi kepada Ditjen Risbang terkait dengan langkah awal pematangan terhadap program kerja sama trilateral ini”- Ujar Arief

Salah satu point pada draf kerjasamanya adalah Ditjen Risbang diharapkan ikut turut serta dalam mendistribusikan informasi program FWIS kepada peneliti perempuan diseluruh Indonesia.

“Diharapkan pertemuan awal ini dapat merumuskan draf perjanjian kerja sama yang baik, sebelum digulirkan kepada tim biro hukum dan organisasi, kemenristedikti” – Jelas Syarip Hidayat – Kepala Bagian Hukum, Kerja Sama dan Layanan Informasi Ditjen Risbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *