Percepatan Verifikasi SINTA

Pelatihan Verifikator Science Technology Index (SINTA) digelar di Gedung Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (2/04/2018). Sekitar 100 peserta calon verifikator SINTA dari berbagai perguruan tinggi sumatera barat dan provinsi sekitarnya menerima pelatihan oleh tim pakar dan narasumber subdit fasilitasi jurnal – Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Pelatihan ini diadakan guna mendukung percepatan verifikasi akun SINTA yang hingga kini mencapai ribuan akun yang belum terverifikasi.

Sejak diluncurkan 30 Januari 2017, terdapat lebih dari 80.000 penulis yang telah masuk kedalam SINTA. Untuk menjamin validnya data yang masuk diperlukan suatu mekanisme yang diterapkan untuk menyaring akun agar data yang diinput sesuai dengan kinerja masing – masing penulis.

Selama 2017 kegiatan verifikasi dilakukan terpusat, hanya belasan verifikator yang bertugas. Hal ini menjadi masalah utama lamanya proses verifikasi pada akun penulis. Pada tahun 2018 kegiatan verifikasi ini didelegasikan ke masing – masing perguruan tinggi untuk mempercepat proses verifikasi.

Dalam sambutannya, Rektor UNP – Ganefri menjelaskan pentingnya komitmen dan tanggung jawab dari tiap verifikator untuk mendukung percepatan program ini. Selain itu Ganefri memberikan arahan dan mengharapkan dosen UNP dan perguruan tinggi lainnya agar segera mendaftar di SINTA.

“Dosen tanpa melakukan riset, tidak layak jadi dosen. Khusus untuk riset terkait dengan publikasinya, ada SCOPUS menjadi acuan internasional dalam publkasi, dan Indonesia ada SINTA”-lanjut Ganefri.

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Jurnal Ilmiah – Lukman memaparkan beberapa kebijakan baru yaitu Permenristekdikti tentang Pengelolaan Jurnal Ilmiah dan Informasi lainya yang berkaitan.

”Sebelumnya Akreditasi Jurnal ada 2, di LIPI dan Kemenrisekdikti, namun sekarang akreditasi hanya satu tempat, yaitu Kemenristekdikti. Masa akreditasi berlaku 5 Tahun. Peringkat Akreditasi jurnal yang sebelumnya peringkat A dan B, menjadi Sinta 1 sampai dengan Sinta 6. ” – Jelas Lukman.

“Selain itu dalam waktu dekat ini Kemenristekdikti akan meluncurkan MAHESA (rumah e-jurnal Indonesia), dan akan mengaktifkan kembali GARUDA (Garba Rujukan Digital)” – Sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama sebagai Tim Pakar SINTA – Deris Setiawan memberikan panduan praktek memverifikasi penulis dan kelengkapan data SINTA.

Rencananya pelatihan ini akan diadakan di 14 Kopertis, dan kali ini merupakan gelombang ketiga. kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan  dan Universitas Negeri Padang.

Pada sesi terakhir, Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual – Sadjuga berpesan bahwa peran sebagai pengelola jurnal sangat besar dalam menjaga momentum pertumbuhan kualitas dan kuantitas jurnal ilmiah.

“Pengelola jurnal ilmiah adalah pahlawan dalam menyediakan tempat publikasi bagi civitas akademika yang saat ini kekurangan jurnal untuk mempublikasikan karya mereka sebagai syarat kelulusan ataupun untuk kenaikan jabatan fungsional peneliti/dosen” – Ujar Sadjuga.

“Fasilitasi Jurnal – Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual telah menganggarkan untuk memberikan pendampingan, hibah dan insentif serta layanan untuk pengelolaa jurnal ilmiah. Diharapkan peserta dapat memanfaatkan bantuan-bantuan tersebut” – tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *