Selain Nelayan, Petani juga Butuh Konverter Kit!

Ketersediaan bahan bakar untuk membajak sawah dengan mesin traktor adalah hal mutlak untuk para petani.

Kelangkaan dan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak kepada peningkatan harga produksi, penurunan pendapatan dsb. Dibutuhkan sentuhan teknologi tepat guna untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus berupaya mendorong hasil inovasi kepada peneliti melalui skema – skema insentif penelitian yang terdapat di Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan. Inovasi yang telah dilahirkan dari skema Program Pengembangan Teknologi Industri tahun 2015 – 2016 salah satunya adalah adalah Konverter Kit.

Pada tahun 2018 ini, Konverter Kit milik Abdul Hakim Pane – salah satu inovator/peneliti di PT. Tritunggal Prakarsa Global menciptakan solusi dibidang pertanian dan kelautan dengan memadukan Konverter Kit dengan Hand Tractor serta Kapal Nelayan.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi – Mohamad Nasir menjelaskan bahwa Konverter Kit adalah sebuah alat yang mengkonversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas.

“Alat konversi BBM ke BBG. Alat ini akan menghemat biaya operasional Petani dan Nelayan sampai 65%, Mereka akan mendapat keuntungan cukup besar, disamping itu Konverter Kit ini sudah mendapatkan sertifikasi SNI, Sehingga aman digunakan masyarakat” – Ujar Nasir.

“Tugas Kemenristekdikti sudah selesai, kita dorong hilirisasi inovasi ini untuk dimanfaatkan serta didistribusikan oleh Kementerian terkait, diantaranya ke Kementerian BUMN, Kementerian Desa PDTT, Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian” – Sambungnya.

Acara Uji Terap Konverter Kit terhadap Hand Tractor ini disaksikan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi – Mohamad Nasir, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan – Muhammad Dimyati, Kepala Dinas Pertanian Cirebon – Alu Efendi, Kepala BSN Bambang Prasetya, Kepala Badan Litbang ESDM – FX Soetijastoto, Ketua Komisi VII DPR RI – Herman Khaeron di Desa Wanakarya,Gunung Jati, CIrebon (18/05/2018).

Setelahnya, Uji terap Konverter Kit terhadap Kapal Nelayanan dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan, Cirebon dan dilanjutkan pameran Hasil Libang Maritim dan Energi.

Dirjen Risbang dalam sambutan pada pameran mengatakan bahwa hasil litbang yang dipamerkan merupakan sebagian hasil litbang yang telah siap untuk diterapkan diindustri, selain itu Dimyati berpesan dalam pengunaan anggaran harus lebih efisien.

“Produk2 yg dipamerkan disini banyak yg sudah SNI, sedangkan banyak produk dari Cina yg tidak lolos SNI, berarti buatan anak bangsa ini berkualitas” – Tutup Bambang Prasetya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *