Indeks Sains dan Teknologi UII Raih SINTA Award 2018

SLEMAN – Indeks sain dan teknologi Unversitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta serta jurnal akuntansi dan auditing Indonesia Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi UII meraih Science and Technology Index (SINTA) Awards 2018 dari Kementerian Riset, Teknogi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Penghargaan ini diberikan karena dalam penilaian selama 2016-2018, UII masuk tiga besar nasional.

SINTA merupakan portal pusat indeks ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi kekayaan intelektual beserta dampaknya (sitasi), pengabdian kepada masyarakat dan kepakaran di Indonesia. Penganugerahan SINTA Awards 2018 berlangsung di Auditorium Gedung D, Lantai 2 Kemenristek Dikti, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Rektor UII Fathul Wahid mengatakan penghargaan ini merupakan awal yang baik untuk lebih menggairahkan iklim riset dan publikasi di Indonesia. SINTA menawarkan akses cepat, komprehensif, dan mudah ke jurnal yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan dan perguruan tinggi Indonesia dan kutipan artikel jurnal.

“Komponen penilaian SINTA untuk institusi meliputi jumlah dokumen artikel jurnal di Scopus, jumlah dokumen artikel nonjurnal di Scopus, jumlah sitasi di Scopus serta jumlah sitasi di Google Scholar,” kata Fathul Wahid, Jumat (6/7/2018).

Fathul Wahid menjelaskan fokus UII dalam pengembangan jurnal telah dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui komitmen mewujudkan cacah jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan internasional. Terlepas semakin banyaknya dana riset yang dapat diperoleh dari eksternal, UII tetap mengalokasikan anggaran internal yang cukup besar untuk terus menumbuhkan semangat dosen dalam melakukan riset.

“Beberapa skema hibah yang sifatnya personal dan dapat diajukan oleh dosen UII di antaranya program insentif publikasi internasional, hibah perjalanan konferensi ilmiah internasional, dan program bantuan copy editing manuskrip,” katanya.

Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UII, Dekar Urumsah menambahkan, dalam memproses Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia pihaknya sangat ketat dan profesional. Menurutnya ketika dalam menyaring materi, bila artikel dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi akan dikembalikan untuk diperbaiki. “Yang men-submit ke jurnal kami sebenarnya cukup banyak, namun kita harus memilih yang terbaik,” katanya.

Menurut Dekar Urumsah, Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia telah dirintis cukup lama, dan dirinya tinggal melanjutkan. Ia berharap dengan dukungan sumber daya yang ada di UII, jurnal tersebut ke depan dapat terus dikembangkan untuk bisa masuk ke Jurnal Sinta 1 hingga di Scopus. “Mudah-mudahan upaya yang telah dilakukan ini dapat menjadi contoh untuk pengelolaan jurnal-jurnal lainnya di UII,” katanya.

Priyo Setyawan | Sindonews.com | Fri, 06th July 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *