Peluncuran Pendanaan BOPTN Untuk Riset dan Pengabdian Masyarakat 2018

PRESS RELEASE
PELUNCURAN PENDANAAN BOPTN
UNTUK RISET DAN PENGABDIAN MASYARAKAT 2018
JAKARTA, 16 JANUARI 2018

Sejalan dengan perannya sebagai fasilitator, penguat, dan pemberdaya, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, terus berupaya mengawal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi. Salah satu upaya dalam meningkatkan  perannya kepada Perguruan Tinggi (PT), Kemenristekdikti memberikan bantuan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui angggaran Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Pendanaan tersebut dalam rangka untuk: (1) mewujudkan keunggulan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi; (2) meningkatkan daya saing perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tingkat nasional dan internasional; (3) meningkatkan angka partisipasi dosen/peneliti dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu; (4) meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi; dan (5) memfungsikan potensi perguruan tinggi dalam menopang daya saing bangsa.

Dalam sambutannya M. Nasir, Menristekdikti menyatakan bahwa Tujuan R&D adalah untuk menciptakan inovasi & invensi, dan yang menjadi penentunya adalah komunitas global terkait, melalui mekanisme peer review di jurnal ilmiah yang diakui komunitasnya. Sehingga jurnal bukan sekedar alat diseminasi saja, tetapi sebagai filter atas substansi hasil riset. Jadi kalau hasil riset hanya asal didesiminasikan di sembarang jurnal menjadi kurang bermakna, baik bagi pelaku, institusi dan negara yang membiayai, imbuhnya.

Lebih jauh M. Nasir menambahkan bahwa R&D bukan hanya untuk publikasi, menghasilkan Kekayaan Intelektual atau Prototipe saja tetapi perlu ditindaklanjuti untuk kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu perlu difokuskan pada kegiatan yang mampu mengentaskan masyarakat tersisih (preferential option for the poor) pada semua strata, serta kepada masyarakat untuk pengembangan martabat manusia dan kelestarian sumber daya alam sebagai bentuk hilirisasi hasil penelitian yang dapat langsung diaplikasikan ke masyarakat.

Kemenristekdikti meluncurkan pendanaan BOPTN Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk tahun anggaran 2018, dengan rincian sebagai berikut:

  • Total dana Penelitian adalah 1.291.526.673.999 dengan total judul penelitian sebanyak 18.433 judul, dan total dana untuk Pengabdian kepada Masyarakat Rp 138.831.000.000 dengan total judul sebanyak 2.201 judul;
  • Terjadi peningkatan jumlah penelitian yang didanai pada tahun 2018, dari 124 judul (Rp. 1.030 T) menjadi 18.433 judul (Rp. 1.253 T), kurang lebih sebesar 22%. Untuk Pengabdian kepada Masyarakat dari 2.288 judul (Rp. 153.589.500.000) menurun menjadi 2.201 judul (Rp. 138.831.000.000). Terjadinya penurunan karena terdapat program khusus semacam penugasan sebanyak 70 lokasi diseminasi Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mendukung pembangunan Perdesaan (Rp. 11.500.000.000), kurang lebih sebesar 2,1%;
  • Total judul dan dana penelitian sesuai dengan bidang fokusnya adalah sebagai berikut: (1) Pangan dan Pertanian 2.708 judul; (2) Kesehatan dan Obat 2.571 judul; (3) Energi dan Energi Terbarukan 1.018 judul; (4) Pertahanan dan Keamanan 78 judul; (5) Teknologi Informasi dan Komunikasi 2.097 judul; (6) Kemaritiman 429 judul; (7) Kebencanaan 537 judul; (8) Transportasi 331 judul; (9) Material Maju 994 judul; dan (10) Sosial Humaniora 7.670 judul;
  • 10 perguruan tinggi dengan jumlah judul penelitian didanai terbanyak sebagai berikut : UGM (573 judul), ITB (399 judul), IPB (336 judul), UI (318 judul), ITS (295 judul), UNHAS (280 judul), USU (265 judul), UNAIR (262 judul), UNPAD (232 judul), UNDIP (212 judul);
  • Total judul dan dana penelitian sesuai dengan klasternya adalah sebagai berikut : (1) Kelompok PT Mandiri 4.624 judul, dengan dana Rp. 540.561.995.999; (2) Kelompok PT Utama 3.645 judul, dengan dana Rp. 334.966.785.000; (3) Kelompok PT Madya 3.823 judul, dengan dana Rp. 218.972.324.000; (4) Kelompok PT Binaan 6.341 judul,dengan dana Rp. 197.025.569.000;
  • Prosentase jumlah peneliti dan pengabdian kepada masyarakat sesuai gendernya adalah Laki-Laki 54 % dan Perempuan 46%.

Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian, penyelenggaraan penelitian dilaksanakan dengan menerapkan paradigma baru dalam pembiayaan penelitian dengan mengunakan Standar Biaya Keluaran (SBK). Hal ini untuk mencapai target indikator publikasi internasional, kekayaan intelektual yang didaftarkan serta prototipe pada Tingkat Kesiapan Teknologi sampai dengan tingkat 7.

Sedangkan untuk Pengabdian kepada Masyarakat, pendanaan 2018 difokuskan pada kegiatan membangun desa dan mampu mengentaskan masyarakat tersisih (preferential option for the poor) pada semua strata, yaitu masyarakat yang tersisih secara ekonomi, politik, sosial, dan budaya serta melakukan alih teknologi, ilmu, dan seni kepada masyarakat untuk pengembangan martabat manusia dan kelestarian sumber daya alam sebagai bentuk hilirisasi hasil penelitian yang dapat langsung diaplikasikan ke masyarakat.

Dalam kesempatan ini M. Nasir kembali mengingatkan pentingnya menggelorakan kembali Gerakan Indonesia Menulis yang harus dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat, terutama para akdemisi, seperti dosen dan peneliti, karena tulisan adalah sumber pengetahuan. Budayakan kembali menulis, sehingga bermanfaat bagi orang lain, karena salah satu cara untuk memperkenalkan hasil-hasil penelitian adalah melalui tulisan yang dipublikasikan, dengan menulis maka peneliti dan dosen dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah pergaulan ilmiah dunia. Kita harus tunjukkan pada dunia bahwa peneliti dan dosen Indonesia adalah para penemu dan ilmuwan hebat dan karya tulis yang dibuat juga bisa menjadi problem solving  masyarakat, tambahnya. Potensi penulis di Indonesia lebih dari 150.000 makalah, artinya yang lain harus didampingi agar bisa menulis dan dapat dipublikasikan pada jurnal terindeks global.

Untuk mendukung gerakan menulis para peneliti dan dosen serta untuk meningkatkan komunikasi dan interaksi peneliti dan dosen, saat ini Kemenristekdikti telah menyempurnakan beberapa fitur yang ada pada Science and Technology Index (SINTA), antara lain ditambahkannya komponen buku dan kekayaan intelektual ke dalam tampilam SINTA 2018 yang akan semakin memperkaya data dan informasi SINTA akan unjuk kerja para dosen dan peneliti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *