Gelontorkan 3,6 Milyar Ristekdikti Targetkan No 1 publikasi se-Asean tahun 2020

Malang – Arahan Menristekdikti untuk menjadi Negara Nomor 1 se-Asean dalam hal jumlah publikasi pada tahun 2020 nampaknya ditanggapi serius oleh Direktorat jenderal penguatan riset dan pengembangan (Ditjen Risbang). Sebagai upaya merealiasikan arahan menteri tersebut, tahun ini Ditjen Risbang menggelontorkan dana 3,6 Milyar untuk mendukung peningkatan jumlah artikel ilmiah untuk terbitan berkala ilmiah nasional dan internasional melalui berbagai pelatihan. Salah satunya kegiatan yang bertajuk “Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Internasional” yang kali ini (11/10/2018) diselenggarakan berkat kerja sama dengan Universitas Islam Malang di Hotel Atria, Malang.

Dalam paparannya, Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual menekankan perlunya pemberian motivasi dan asistensi bagi para dosen/peneliti dalam penyusunan artikel ilmiah yang berkualitas baik serta memberikan pengetahuan terkait akses ke terbitan berkala ilmiah terakreditasi internasional.

“Berdasarkan analisis dokumen, terjadi pertumbuhan eksponensial pada jumlah dokumen artikel dan prosiding, namun apabila dianalisa lebih dalam lagi, jumlah artikel masih sangat minim dibanding dokumen yang lain” – Papar Sadjuga

Kemauan dan kemampuan menulis hasil-hasil penelitian menjadi artikel ilmiah untuk dipublikasikan dalam terbitan berkala ilmiah bermutu masih sangat rendah. Hal ini yang mendasari Ditjen Risbang untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.

Rektor Universitas Islam Malang – Prof Maskuri mengharapkan dengan kerja sama dalam menyelenggarakan kegiatan ini dapat membantu dosen – dosen yang mempunyai artikel ilmiah untuk ditingkatkan mutu artikelnya sampai dengan submit dalam terbitan berkala ilmiah nasional/internasional.

Para peserta dibekali dari sisi teknis dan non-teknis dalam penulisan artikel ilmiah seperti etika dalam penyusunan artikel ilmiah, strategi pemilihan jurnal internasional, pengiriman naskah online, penguasaan bahasa untuk artikel ilmiah hingga tata cara penulisan judul, abstrak, tabel, ilustrasi, kata kunci, catatan akhir dan referensi.

Ditemui dalam kesempatan yang berbeda Kepala Seksie Publikasi Ilmiah Internasional – Dhaniek Wardhanie menjelaskan bahwa kegiatan ini telah terselenggara sebanyak 12 kali diberbagai macam wilayah indonesia dan telah melibatkan 600 peserta dan sebanyak 2600 karya tulis yang berpotensi untuk didorong ke terbitan berkala ilmiah terakreditasi nasional maupun internasional.

“Selain dengan metode ceramah, klinik penulisan artikel ilmiah internasional ini kami perbanyak diskusi dan tutorial kelompok/individu, agar memberi kesempatan peserta untuk membahas dan memperbaiki langsung naskah ilmiahnya masing – masing dengan pendampingan para pakar” – Tutup Dhaniek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *