B.J. Habibie: Era Industri 4.0 adalah Mulai Melakukan Riset dari Akhir dan Akhiri di Awal

Jakarta- Dalam menyambut revolusi industri 4.0, Indonesia harus meningkatkan kuantitas dan kualitas riset. Riset harus mulai dari akhir dan diakhiri diawal. Artinya, pelajari produk yang ada di pasar, kemudian dicopy (dan dikembangkan), lalu dijual. Orang Indonesia belilah produk anak bangsa.

Hal itu disampaikan Presiden Republik Indonesia ke-3, B. J. Habibie saat memberikan sambutan di acara pembukaan  Kegiatan Ilmiah: Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0 di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8) pagi.

“Jangan mulai dari basic riset, karena di luar sudah era yang lebih maju dari kita.” Ungkap B. J. Habibie.

Presiden Republik Indonesia ke-3 itu menjelaskan bahwa Inovasi akan datang dari progress nilai tambah produk bagi masyarakat. “Ambil saya dari yang sudah ada, lalu invensikan dan kembangkan dari detailnya karena lebih murah pembiayaannya. Biarkan pasar yang membiayai.” Lanjutnya.

Dewan Riset Nasional (DRN) sangat penting dan strategis dalam menentukan arah pembangunan nasional. DRN yang akan meramu rempah-rempah riset karena terdiri dari multidisiplin ilmu. “Oleh karena itu dibentuk DRN, karena untuk mencapai inovasi membutuhkan kerja sama dari semua disiplin ilmu dan industri.” Ujar Habibie.

Sedangkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menjelaskan bahwa tidak ada inovasi tanpa melakukan riset. “Presiden Jokowi telah mengeluarkan Perpres 38 tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), yang mendorong agar para peneliti fokus dalam bidang-bidang tertentu, sehingga ke depan dengan berbagai keterbatasan yang kita miliki, kita mampu kuat dan berdiri di atas kaki sendiri sebagai bangsa Indonesia yang berdikari berbasis Iptek.” Papar Nasir.

“Mudah-mudahan di era industri 4.0, ekonomi kita tidak berbasis sumber daya alam lagi, tapi menjadi berbasis teknologi.” Lanjut Nasir.

Kegiatan ini dihadiri oleh lemlitbang kementerian/lembaga, perguruan tinggi, BUMN, dan industri yang bertujuan untuk mencari solusi riset dan inovasi dalam menyambut era industri 4.0.

Di saat yang bersamaan diselenggarakan juga pameran Ritech Expo tanggal 9-12 Agustus 2018. Ritech Expo menampilkan stand dari kementerian, lembaga, BUMN, serta industri. Kegiatan ini dijadikan kesempatan untuk memperkenalkan hasil riset dan inovasi kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Pekanbaru, Riau.

Bagian Hukum, Kerjasama, dan Layanan Informasi
Ditjen Penguatan Risbang, Kemenristekdikti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *