Data dan Informasi untuk Pengurangan Resiko Bencana

“Data dan teknologi selalu terkait satu sama lain. Adapun riset merupakan kegiatan yang menjembatani terwujudnya data dan teknologi yang baik. Oleh karenanya, dalam upaya pengurangan resiko bencana, riset, data, dan teknologi menjadi bagian-bagian penting yang tak terpisahkan”, ujar Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati, pada pidato kuncinya di Session 2 – Science and Policy Forum on Data for Disaster Risk Reduction, di Jenewa, 13 Mei 2019.

Pada Februari 2019, dalam arahannya terkait penanggulangan bencana Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya riset dan pengembangan teknologi dalam memprediksi ancaman, antisipasi dan mitigasi dampak bencana. Arahan Presiden tersebut turut menekankan pentingnya diseminasi informasi kepada masyarakat tentang hasil riset dan perkembangan teknologi kebencanaan terkini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi dan menanggulangi bencana.

Menurut salah satu panelis, Lisa Robinson, the Senior Advisor on Resilience and Humanitarian Response dari BBC Media Action, kualitas data menjadi lebih baik dari waktu ke waktu namun respon masyarakat terhadap program pengurangan resiko bencana seringkali tidak mengalami perbaikan. “Oleh karenanya, komunikasi wajib menjadi bagian yang terintegrasi dari strategi pengurangan resiko dan mitigasi bencana”, ujar Lisa.

Dimyati menyampaikan bahwa di Indonesia sudah ada upaya-upaya untuk mengintegrasikan data terkait bencana dan mempresentasikannya melalui media yang dapat diakses oleh masyarakat. Salah satunya adalah Info BMKG. Aplikasi Info BMKG adalah salah satu aplikasi kategori cuaca dengan peringkat tertinggi di berbagai mobile platform yang diunduh dan digunakan oleh ratusan ribu pengguna. “Info BMKG yang menggunakan data dari berbagai lembaga seperti LAPAN dan BIG, merupakan upaya integrasi dan komunikasi data dan informasi bencana kepada masyarakat di Indonesia”, ujar Dimyati.

Akses publik terhadap data dan informasi bencana bukan saja merupakan komitmen nasional namun juga global dalam rangka pengurangan resiko bencana, sebagaimana diatur dalam Sendai Framework of Disaster Risk Reduction (SFDRR).

Dalam pidato kuncinya, Dimyati turut menyebutkan bahwa Indonesia mendukung pencapaian target-target SFDRR melalui regulasi, program dan insentif di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi. Aktor yang terlibat pun bukan hanya pihak pemerintah namun juga perguruan tinggi ataupun NGO.

Dukungan regulasi diantaranya adalah dukungan penelitian bidang kebencanaan yang diatur dalam Rencana Induk Riset Nasional 2017-2045 dan juga Prioritas Riset Nasional. Selain itu Kemenristekdikti menginisiasi dan memfasilitasi berbagai program kolaborasi penelitian kerja sama dengan mitra asing, seperti Natural Environment Research Council (NERC) dari Inggris terkait penelitian bidang hydrometeorological hazards. Beberapa perguruan tinggi juga telah membuka pusat studi kebencanaan, bekerja sama dengan NGO dalam membuat sekolah komunitas, dan menjadikan kampus sebagai hub bagi kegiatan terkait pengurangan resiko bencana melalui program kampus tangguh.

Science and Policy Forum merupakan salah satu agenda dari Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang berlangsung pada 13-17 Mei 2019 di Jenewa. Selain Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati, selaku pembicara kunci, pembicara lain di Session 2 adalah Daniel Karlson dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat, Shanna McClain dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika Serikat, Richard Mechler dari International Institute for Applied System Analysis (IIASA), Lisa Robinson dari BBC Media Action, Inggris, Jadranka Mihaljevic dari European Science and Technology Advisory Group (ESTAG), dan Alisa Holloway dari Auckland University of Technology, Selandia Baru.

Bagian Hukum, Kerja Sama dan Layanan Informasi
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *