Kemenristekdikti Targetkan 100 Jurnal Terindeks Scopus Sampai Tahun 2019

Bandung- Kemenristekdikti menargetkan 100 jurnal terindeks Scopus sampai dengan tahun 2019. Saat ini baru 44 jurnal di Indonesia yang terindeks Scopus. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan terkait kepangkatan guru besar dan kelulusan mahasiswa S3. Target tersebut bukan hal yang tidak mungkin untuk dicapai mengingat 530 jurnal sudah terakreditasi, baik oleh Kemenristekdikti maupun LIPI.

Hal itu disampaikan Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Sadjuga saat memberikan sambutan dalam “Penataran dan Lokakarya Asistensi Tata Kelola Jurnal Menuju Bereputasi Internasional Tahun 2018” yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti di Hotel Bidakara, Bandung, Rabu (12/9) sore.

“Saat ini baru 44 jurnal yang terindeks Scopus. Kami diberikan target untuk mencapai total 100 jurnal terindeks Scopus sampai dengan tahun 2019. Artinya kurang dari dua tahun ini harus ada 56 jurnal tambahan yang terindeks Scopus.” Ujar Sadjuga.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. Diharapkan dalam 3 hari ini, Bapak/Ibu mendapatkan pemahaman untuk meningkatkan kualitas jurnalnya agar dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat terindeks Scopus.” Lanjutnya.

Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kemenristekdikti, Lukman menyampaikan bahwa kebijakan yang telah dibuat sangat mendukung dalam pencapaian target, diantaranya telah diundangkannya Permenristekdikti No. 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. “Permen tersebut mengatur ke depan hanya ada satu lembaga akreditasi, lalu ada 6 peringkat akreditasi, dan juga periode akreditasi dapat dilakukan lebih dari dua kali dalam satu tahun.” Papar Lukman.

“Di samping regulasi, dukungan lain dalam bentuk lain juga tidak sedikit, diantaranya Cloud OJS gratis, akses database e-jurnal berlangganan, hibah/insentif pengelola jurnal, pendampingan akreditasi dan internasionalisasi, dan pengukuran kinerja riset melalui Sinta.” Lanjut Lukman.

“Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jurnal sesuai dengan standar Scopus. Para pakar merupakan pakar dari jurnal yang sudah terindeks Scopus.” Tegas Lukman.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari 25 jurnal yang berpotensi terindeks Scopus. Di samping itu, dalam kesempatan ini juga dibagikan sertifikat akreditasi terhadap beberapa jurnal di Jawa Barat. Kemenristekdikti akan menyelenggarakan Lokakarya Asistensi Tata Kelola Jurnal Menuju Bereputasi Internasional di beberapa kota sampai dengan tahun 2019 sampai dengan target tercapai.

Bagian Hukum, Kerjasama, dan Layanan Informasi
Ditjen Penguatan Risbang, Kemenristekdikti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *