Kemenristekdikti Targetkan 200 Jurnal Mendaftarkan untuk Terindeks Scopus atau Web of Science Tahun 2019

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan 200 jurnal yang mendaftarkan untuk terindeks bereputasi internasional sampai akhir tahun 2019. Saat ini Indonesia baru memiliki 49 jurnal terindeks di Scopus, sedangkan idealnya untuk memenuhi kebutuhan jurnal internasional terindeks di Scopus atau Web of Science, diperlukan lebih dari 300 jurnal.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan – Muhammad Dimyati dalam Konferensi Pers Acara International Workshop For Journal Editors dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Ditjen Penguatan Risbang dengan Clarivate Analytics di Grand Mega Resort & Spa Bali, Selasa (26/3) sore.

“Publikasi di jurnal ilmiah internasional saat ini menjadi sangat penting setelah adanya persyaratan kenaikan setiap jenjang jabatan dan mempertahankan tunjangan jabatan untuk fungsional dosen khususnya jabatan Guru Besar dan Lektor Kepala serta kelulusan mahasiswa doktor (S3).” Ujar Dimyati.

“Oleh karena itu penting sekali mendorong penerbitan jurnal ilmiah di Indonesia sehingga bisa bereputasi internasional terindeks di lembaga pengindek bereputasi seperti Web of Science dan Scopus. Dengan banyaknya jurnal Indonesia yang bereputasi internasional, maka biaya publikasi di jurnal internasional dapat ditekan sehingga “capital flight” dari biaya publikasi yang tadinya ke luar negeri dapat dilakukan di dalam negeri dan jurnal Indonesia dapat dikenal di dunia internasional serta berkolaborasi dengan penulis, editor dan reviewer dari luar.” Paparnya.

Dimyati menjelaskan bahwa Internasional Workshop for Journal Editor merupakan upaya Kemenristekdikti dalam rangka meningkatkan jurnal ilmiah Indonesia sehingga bereputasi Internasional. Workshop ini diselenggarakan dengan mengundang jurnal terbaik di Indonesia yang memiliki potensi untuk menjadi jurnal bereputasi internasional. Peserta merupakan 150 jurnal yang terpilih dari 954 jurnal yang mendaftarkan diri.

Narasumber yang diundang langsung untuk memberikan paparan merupakan pakar internasional antara lain dari Elsevier/Scopus hadir Alexander Van Servellen, dari Clarivate Analytics / Web of Science hadir Dr. Kun Yu, dari Directory Open Acces Journal hadir Tom Olijhoek, dari Public Knowledge Project/OJS hadir Kevin Stranack, dari Comitte on Publication Ethics/COPE hadir Trevor Lane, dan dari Ithenticate hadir Rueban Balasurbrahmaniam.

Di sela-sela acara tersebut, dilaksanakan juga pertemuan khusus antara Tim Kemenristekdikti yang dipimpin Muhammad Dimyati dengan Tim dari Clarivate Analytics yang dipimpin oleh Vice President and Head of Australasia and Southeast Asia, Clarivate Analytics, Jeroen Prinsen, serta pertemuan dengan Tim Elsevier yang dipimpin oleh Malick Oemar. Setelah pertemuan, Kemenristekdikti dan Clarivate Analytics menandatangani nota kesepahaman terkait dengan integrasi data Web of Science dan Sinta serta pendampingan internasionalisasi jurnal ilmiah di Indonesia. Nota kesepahaman tersebut diharapkan dapat mengintegrasikan seluruh publikasi ilmiah dari Indonesia yang terindeks di Web of Science dan Scopus dengan Sinta.

“Kerjasama dengan Clarivate Analytics sangat penting untuk dilakukan, disamping adanya kepentingan integrasi data, pendampingan terhadap jurnal ilmiah di Indonesia juga mutlak harus dilakukan mengingat saat ini hanya ada sekitar 45 jurnal Indonesia yang terindeks di Emerging Sources Citation Index, bagian dari Web of Science Core Collection.” Tutupnya.

Bagian Hukum, Kerjasama, dan Layanan Informasi
Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *