Monitoring dan evaluasi perizinan penelitian asing di Suaq Balimbing

18 November 2016, Direktorat Pengelelolaan Kekayaan Intelektual melalui Subdit Perizinan Penelitian melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi perizinan penelitian asing yang diselenggarakan di Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Medan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser – Andi Basrul Dan dilanjutkan oleh Kasubdit Perizinan Penelitian, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kemenristekdikti – Ermalina yang menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk mengetahui progress serta hasil dari penelitian.

Kegiatan ini dihadiri oleh reviewer diantaranya Hari Sutrisno- Puslit Biologi LIPI, Henry Silka Innah – Balitbang KLHK, Lu’lu Agustina- KLHK, dan peneliti asing beserta mitranya.

Setiap peneliti diberi kesempatan untuk memaparkan progress penelitian yang sedang dilakukan. Salah satu peneliti asing dari Universitas Zurich-Caroline Schuppli yang tengah melakukan penelitian oranguntan sumatera (latin: Pongo Abelii) berkerjasama dengan Rutgers, Sumaterans Orangutan Conservation Programme, dan Universitas Nasional.

Penelitian ini terdapat didua tempat yaitu Tuanan Kalimantan Tengah dan Suaq Balimbing Aceh Selatan dengan beberapa subjek penelitian terkait dari efek deforestasi, degradasi habitat, konflik manusia dengan orang utan, rehabilitasi dan pelepas liaran, dan berujung pada pengembangan populasi/reproduksi.

Sri Sutci Atmoko – Mitra peneliti asing yang juga dosen Universitas Nasional menjelaskan hasil dari kerjasama ini antara lain adanya program beasiswa PhD di Zurich University, International Workshop, Penerbitan buku hasil rangkuman riset, dan ikut serta dalam manajemen pelestarian orangutan di kementerian dan pemerintah daerah.

Dalam kerjasama ini juga diterbitkan beberapa publikasi jurnal terindeks scopus dan mitra peneliti yang notabene adalah peneliti lokal juga tercatat dalam jurnal tersebut.

Hari Sutrisno menekankan bahwa mitra peneliti juga harus dapat bernegosiasi terhadap benefits sharing. Peneliti juga harus jeli dalam mengonseptualisasi perjanjian kerjasama, imbuhnya.

Senada dengan Hari, Lu’lu juga menyatakan pentingnya publikasi dimana peneliti lokal harus menjadi first author pada jurnal penelitian tersebut serta beliau mengingatkan pentingnya SAT-DN (Surat Angkut Dalam Negeri) dan SAT-LN (Surat Angkut Luar Negeri) sebagai protokol dalam kegiatan peneliti asing.

Henry Silka melanjutkan dengan mengapresiasi apa yang dilakukan para tim peneliti dan asisten peneliti dalam melakukan penelitian. Menurut data bahwa penelitian ini memang harus terus dilakukan namun Henry juga berharap adanya kesempatan bagi para rekan – rekan taman nasional untuk ikut terlibat, contohnya pejabat fungsional pengendalian ekosistem hutan untuk mendapat kredit kenaikan pangkat.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini dilanjutkan pada keesok hariannya dengan mengunjungi Reasearch Station Suaq Balimbing yang terdapat di Taman Nasional Gunung Leuser, Rawa Kluet, Aceh Selatan. Dengan dilakukannya kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam penelitian dapat menjaga komitmen dan terus berkontribusi dalam menghasilkan luaran yang bermanfaat baik untuk individu, masyarakat, lembaga dan daya saing bangsa. (Rch)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *