Dana Penelitian Rawan Diselewengkan

SEMARANG -Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menyatakan dana hibah penelitian dosen rawan kebocoran. Utamanya, karena terdapat perilaku tidak terpuji oknum staf pengajar perguruan tinggi yang menyelewengkan dana.

‘’Berkaca dari persoalan ini juga, kami mendorong integritas seluruh dosen di Tanah Air agar diperkuat. Kalangan kampus harus tetap menjadi teladan penanaman nilai-nilai moral. Bagi yang terbukti melanggar sanksinya juga tegas, yakni berhadapan dengan pemberantasan tindak pidana korupsi,’’tutur Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemristekdikti, Prof Dr Ocky Karna Radjasa, Senin (28/5).

Dia hadir sebagai pembicara utama seminar nasional penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat untuk dosen yang diselenggarakan Untag. Forum itu juga mengundang Koordinator Kopertis VI Jateng, Prof Dr DYP Sugiharto, Rektor Dr Suparno, dan Ketua Yayasan Prof Dr Sarsintorini Putra.

Ocky menambahkan pihaknya menemui beberapa kasus oknum dosen perguruan tinggi menilap uang hibah penelitian. Anggaran milik negara itu dihabiskan bukan untuk kepentingan riset, melainkan membiayai kebutuhan lain. Bahkan terdapat kasus uang yang dibelanjakan untuk riset kurang dari separuh, sisanya masuk ke dalam kas
yayasan. Uang yang terkumpul lalu dihabiskan pengelola untuk kepentingan pribadi. Namun semua kasus itu telah ditangani pihak berwenang guna mempertanggungjawabkan keuangan negara.

Nama Baik
Dia sekaligus meminta dosen menjunjung tinggi nama baik kampus. Tak cukup hanya bersikap jujur, tetapi juga mempersembahkan prestasi yang membanggakan.

‘’Sebagai contoh, bagaimana caranya menghasilkan karya penelitian yang dapat menembus jurnal internasional terakreditasi. Saya sangat berharap jika tiap dosen memiliki karya monumental semacam itu meski hanya sekali seumur hidup,’’ pintanya.

Disebutkan, pemerintah juga berupaya menaikkan ranking Indonesia, di bidang riset. Hasilnya juga kian menggembirakan. Banyak dosen di Tanah Air menyumbang pemikiran brilian di berbagai jurnal ilmiah internasional. Target penulisan jurnal selalu terlampaui termasuk akhirnya berada di atas Thailand dan Filipina meski masih di bawah Malaysia dan Singapura.

Rektor Suparno didampingi Sarsintorini Putra menambahkan para dosen di kampus itu mendapat wawasan luas, berkenaan kedatangan Ocky Karna Radjasa. Pengarahan yang diberikan akan menjadi transfer keilmuan yang sangat bermanfaat.(H41-34)

H41 | Suara Merdeka | Thu, 31st May 2018, 15:12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *