MENRISTEKDIKTI Tantang PT

Lakukan Riset dan Pengembangan Teknologi Nuklir Kesehatan

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi meluncurkan lima produk radioisotop dan radiofarmaka berbasis teknologi nuklir yang dikembangkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Kelima produk tersebut yakni Kit Radiofarmaka MIBI, Kit Radiofarmaka MDP, Kit Radiofarmaka DTPA, Radiofarmaka Senyawa Bertanda 153 Sm-EDTMP dan Radiofarmaka Senyawa Bertanda 131 l-MIBG.

“Riset dan pengembangan teknologi tenaga nuklir Indonesia saat ini telah berkembang dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk-pro-duk inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Menristekdikti Mo-hamad Nasir, di Kantor Kemenris-tekdikti, Jakarta, belum lama ini.

Selain meluncurkan lima produk tersebut, Mohamad Natsir juga mengundang lembaga pemerintah nonke-menterian (LPNK) dan perguruan tinggi untuk melakukan riset dan pengembangan teknologi nuklir tersebut dengan dana yang disediakan pemerintah.

“Total alokasi dana yang disiapkan untuk mendukung riset dan pengembangan sebanyak Rp 81 miliar. Ke-menristekdikti mengundang LPNK dan perguruan tinggi untuk memanfaatkan dana ini. Dalam hal pendanaan, jangan sampai laporan pertanggungjawaban lebih susah dibandingkan dengan penelitiannya,” ujarnya.

Produk- produk tersebut siap digunakan untuk kebutuhan diagnosis dan penyembuhan beberapa penyakit, terutama penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, dan ginjal. Peluncuran produk ini untuk mendukung program penghiliran hasil riset dan pengembangan bidang kesehatan dan obat.

Ia mengatakan, peluncuran tersebut disertai penandatanganan kontrak kerja sama teknologi industri antara Kemenristekdikti dan Batan. Menurut dia, penghiliran riset harus tepat guna dan menghasilkan keuntungan secara komersial. Hasil riset jangan sebatas untuk kepentingan publikasi dan tersimpan di perpustakaan.

“Produk-produk teknologi nuklir telah memberikan kontribusi yang besar dalam bidang kesehatan, energi, pertanian, industri, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Salah satunya adalah pemanfaatan radiofarmaka di bidang kesehatan. Di negara negara maju, radiofarmaka telah menjadi pilar utama dalam menyelesaikan masalah kesehatan,” katanya.

Ia menegaskan, pengembangan riset dan pengembangan teknologi nuklir sangat penting bagi Indonesia. Teknologi nuklir memiliki peran strategis untuk memajukan fasilitas dunia kesehatan nasional. Melalui Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti memberikan dukungan pendanaan dalam skema Program Pengembangan Teknologi Industri dan Insentif Sistem Inovasi Nasional (Isinas).

Manfaat

Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir Hendig Winamo mengatakan, manfaat dari produk radiofarmakan di antaranya untuk pengobatan kanker tulang. Jumlah pasien di seluruh dunia yang ditangani menggunakan radiofarmaka telah melebihi 6 juta pasien per tahun.

Saat ini, ada belasan rumah sakit di tanah air yang telah memiliki fasilitas kedokteran nuklir. Jenis penggunaan radiofarmaka tertinggi adalah penggunaan untuk diagnosis penyebaran kanker tulang menggunakan radiofarmaka MDP. “Produk-produk BATAN telah masuk dalam e-katalog LKPP sehingga memudahkankan dalam pemesanan,” katanya.

Ia menjelaskan, Kit MIBI berfungsi untuk mendiagnosis fungsi jantung dan mengevaluasi fungsi otot jantung. Kit MDP berfungsi mendiagnosis sejauh mana penyebaran kanker di dalam tulang, yang digunakan dalam penentuan stadium penyakit kanker, sehingga menjadi gambaran bagi dokter untuk langkah pengobatan selanjutnya.

Produk DTPA dapat mendiagnosis fungsi ginjal untuk memberikan informasi yang lebih akurat tentang kondisi ginjal pasien yang sangat berguna dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Radiofarmaka Senyawa Bertanda 153 Sm-EDTMP atau samarium digunakan untuk terapi paliatif atau mengurangi rasa nyeri kepada penderita kanker, terutama sel kanker yang sudah menyebar ke organ tubuh lain (metastasis). Radiofarmaka Senyawa Bertanda 1311-MIBG, digunakan untuk mendiagnosis kanker neuroblastoma atau sistem saraf pada anak-anak. (Dhita Seftiawan)***

Sumber: Pikiran Rakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *