Minyak Atsiri Nilam Bisa Jadi Produk Unggulan Jateng

BATANG, suaramerdeka.com – Minyak atsiri nilam asal Batang diharapkan bisa menjadi produk unggulan Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Hermin Pancasakti Kusumaningrum, di sela kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cokro, Kecamatan Blado, mengenai Diversifikasi Produk Olahan Minyak Atsiri Khas Batang oleh Tim Universitas Diponegoro dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Blado, Batang, baru-baru ini.

”Kami berharap kegiatan ini bisa membuka wawasan bagi KWT Desa Cokro untuk dapat mengembangkan potensi minyak atsiri nilam menjadi beragam produk rumah tangga. Sebab, minyak itu bisa diolah menjadi sabun mandi, sabun cuci piring, pembersih lantai, lotion antinyamuk, minyak angin aromatherapy, balsam, dan sebagainya,” jelasnya.

Hermin Pancasakti beserta Zainuri dan Endang Purbajanti adalah pembina Tim Undip yang terdiri atas mahasiswa yang tergabung dalam KKN Tematik Undip Batang 2018. Menurut dia, kegiatan ini merupakan salah satu luaran dari program Ipteks Bagi Desa Binaan Undip (IDBU) 2018.

“Program ini memiliki tujuan meningkatkan pengembangan UKM melalui peningkatan kuantitas, kualitas produk, dan perbaikan mesin sarana prasarana dan mengembangkan proses link and match antara perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan masyarakat luas,” ungkapnya.

Untuk itulah dia berharap, ke depan melalui kolaborasi bersama antara tim Undip, BPP Blado, minyak atsiri nilam produksi KWT Desa Cokro, Kecamatan Blado, Batang, dapat menjadi produk unggulan Kabupaten Batang bahkan Jawa Tengah.

“Hasil yang akan dicapai dari program ini adalah peningkatan produk dan omzet UKM untuk minyak atsiri, perbaikan sarana dan prasarana, dan peningkatan mutu hasil dari minyak nilam dapat tercapai,” tegas dosen Biologi Undip itu.

Terbaik di Indonesia

Lebih lanjut Hermin yang juga dosen pendamping lapangan sekaligus pembina tim Undip mengungkapan berharap adanya kelanjutan dari kegiatan tersebut. Sebab, selama ini penghasilan KWT dari bercocok tanam. Namun dengan program ini, anggota KWT bisa menambah penghasilan dengan mengembangkan minyak atsiri.

“Selain itu dapat mengangkat kembali Kabupaten Batang sebagai salah satu penghasil minyak atsiri terbaik di Indonesia,” katanya.

Kepala BPP Kecamatan Blado, Ari Ediatmoko berharap kerja sama antara Undip dan BPP Blado bisa berlanjut sebab bisa menyejahterakan anggota KWT Desa Cokro, Blado.

Nurul Mahmudah, ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Desa Cokro, menyatakan bahwa kegiatan yang diadakan Tim Undip dan BPP Blado, tersebut tak hanya menarik namun juga membangkitkan semangat dari kelompok KWT Desa Cokro untuk meningkatkan penghasilan melalui olahan produk minyak atsiri.

”Sebab kegiatan ini diisi dengan dengan sosialisasi dan demo pembuatan produk dari mahasiswa. Sehingga kami menjadi semakin tahu bahwa ternyata minyak atsiri nilam bisa digunakan untuk beragam produk yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia,” katanya.

(Ali Arifin/CN33/SM Network)

Ali Arifin | suaramerdeka.com | Sun, 29th July 2018, 14:51

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *