Survei Listrik di Pedalaman Papua, PLN Libatkan Mahasiswa

JAKARTA – PT PLN (Persero) menggelar Ekspedisi Papua Terang yang ditujukan untuk mewujudkan percepatan pemerataan pembangunan di Indonesia Timur, khususnya elektrifikasi di desa-desa.

Ekspedisi ini meliputi survei geografi, demografi, potensi energi baru terbarukan maupun sistem jaringan evakuasi daya di sekitar 415 desa di 24 kabupaten di Papua dan 1 kabupaten di Papua Barat.

Dalam pelaksanaannya, BUMN kelistrikan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri. Dalam hal ini, PLN memberangkatkan 165 mahasiswa pencinta alam dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Cenderawasih (Uncen).

Para mahasiswa ini akan didampingi 130 pegawai PLN yang menjadi relawan. Tugas para relawan nanti adalah membantu pelaksanaan survei listrik yang dilakukan oleh mahasiswa.

Sebelumnya, para peserta diberikan pembekalan mulai dari pembangunan jiwa korsa dari TNI AD, pengenalan masyarakat papua dan topografi wilayah dari Papua Center UI, pemanfaatan data pengindraan jauh dari LAPAN, serta workshop fotografi dan jurnalistik dari pakar media massa.

Keberangkatan para peserta Ekspedisi Papua Terang akan dilaksanakan pada 28 Juli 2018 dari PLN Kantor Pusat, Jakarta.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseso Marseno mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mempertahankan Papua. Dalam hal ini, tegas dia, pemerintah harus membangun secara cepat sehingga masyarakat Papua tidak merasa dianaktirikan.

“Ini bukan ekspedisi seperti halnya yang biasa dilakukan sebagai pecinta alam, melainkan sebuah kegiatan yang ada targetnya, bagaimana kita bisa menghasilkan sesuatu dari kegiatan ini bagi masyarakat Papua,” ujar Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseso Marseno dalam siaran pers, Jumat (27/7/2018).

Saat ini rasio elektrifikasi di Papua dan Papua Barat masih sekitar 53,62%. Untuk itu PLN berusaha meningkatkan rasio elektrifikasi melalui program listrik desa Papua Terang.

“Kami sangat mengapresiasi para mahasiswa dan relawan PLN yang bertekad mengikuti program ini. Lewat program survei ini dan partisipasi dari perguruan tinggi, TNI dan LAPAN, kami mengharapkan akan banyak daerah di Indonesia yang mendapatkan listrik, khususnya daerah-daerah 3T dan Papua,” ujar Direktur Bisnis Regional Maluku-Papua PLN Ahmad Rofik.

Sementara, Stella Indrawaraski, mahasiswi Teknik Geomatrika ITS menyatakan keinginan untuk berkontribusi membangun negeri adalah hal yang mendasari ia dan rekan-rekannya mengikuti Ekspedisi Papua Terang.

“Saya ingin ikut membangun Indonesia, terutama di daerah-daerah Timur Indonesia yang masih minim sarana dan prasarana. Saya ingin berkontribusi dan mengabdikan ilmu-ilmu yang saya dapat di perkuliahan untuk membantu saudara-saudara di Papua,” tuturnya.
(fjo)

Mohamad Faizal | Sindonews.com | Fri, 27th July 2018, 14:40

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *