Pra-event Science, Technology and Art Fair 2018

SIARAN PERS

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

Nomor :        /SP/ HM/BKKP/2018

No H a l Keterangan
1. Topik : Pra-event Science, Technology and Art Fair 2018
2. Waktu dan Tanggal Pelaksanaan Konferensi Pers : 9 November 2018
3. Narasumber : Kemenristekdikti
4. Penanggung Jawab Materi Press Release : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat

Jakarta – Generasi muda atau sering disebut sebagai generasi milenial merupakan tumpuan dan harapan bangsa Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang berkelanjutan. Generasi milenial adalah generasi kreatif dan pekerja keras yang dianugerahi dengan akses terhadap informasi yang melimpah. Namun demikian, data menunjukkan adanya penurunan minat di kalangan generasi milenial terhadap bidang ilmu sains dan teknik. Hal ini mengindikasikan kurang memasyarakatnya iptek di kalangan generasi milenial.

“Untuk menarik minat generasi milenial terhadap dunia penelitian dan pengembangan (litbang) dan iptek, penyampaian informasi haruslah dikemas dalam bentuk yang menarik, artistic dan memiliki ‘wow faktor’. Hal tersebut ditransalasikan dalam kegiatan pameran interaktif yang menggunakan teknologi digital augmented reality dan video mapping”, ujar Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan pada konferensi pers pra-event Science, Technology and Art Fair (STAFair) 2018 yang diadakan pada Jum’at, 9 November 2018 di Jakarta.

STAFair 2018 yang akan diselenggarakan di Gedung Filateli, Jakarta Pusat pada tanggal 14-17 November 2018 merupakan kegiatan pameran yang mempertunjukkan hasil-hasil kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah didanai oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan. Tema yang diangkat pada STAFair 2018 adalah Peran Riset dan Teknologi dalam Menjadikan Maritim sebagai Solusi Sumber Pangan dan Energi Berkelanjutan.

Penggunaan teknologi digital merupakan strategi agar generasi milenial, sebagai targeted audience, dapat datang berbondong-bondong ke STAFair 2018. “Kami memahami bahwa generasi milenial memiliki kecenderungan narsis dan ingin tampil. Oleh karenanya, pameran ini tidak hanya menawarkan informasi dan pengalaman, namun juga berbagai spot selfie yang bernuansa iptek”, ujar Ocky Karna Radjasa, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat.

Di pameran STAFair 2018 pengunjung akan diajak mengenali peran iptek dalam mengoptimalkan maritime sebagai potensi Indonesia yang luar biasa dalam melalui wahana augmented reality dan video mapping yang interaktif. Menurut Seterhen Akbar dari Labtek Indie selaku pelaksana STAFair 2018, keunggulan dari teknologi digital seperti augmented reality adalah kemampuannya untuk menyajikan informasi dan pengalaman berpameran melalui telepon genggam pengunjung sehingga tidak memerlukan area yang luas seperti pameran pada umumnya. Selain itu wahana video mapping memungkinkan penyajian informasi yang interaktif dan juga artistik.

STAFair 2018 diharapkan menjadi wahana sosialisasi kebijakan dan program penelitian yang dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan peran iptek dalam mendukung perekonomian dan pembangunan serta meningkatkan ketertarikan generasi milenial untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan.

Layanan Informasi

Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *